Dunia Cermin
Disiang hari yang cerah di sudut
sekolah, sekolah menenga atas terdapat wanita manis, wanita manis itu bernama
putri yang sedang mengintip seorang pria dan wanita yang asik berjalan mesra.
Pria itu adalah pacar si putri yang bernama ali dan wanita yang diliat putri
itu adalah sahabat putri yang bernama ajeng. Ternyata ali dan ajeng menusuk
putri dari belakang. Putri merasa sangat kecewa dengan mereka. Putri berlari
menuju halaman sekolah, saat putri berlari putri tanpa tidak di sengaja putri
menabrak seorang pria yang gendut dan jelek pokonya pria itu di manata putri
tidak enak dilihatnya. Putri tidak acuh dengan pria itu, putri terus lari ke halaman
sekolah putri. Putri terus menangis dan
terus berteriak-teriak di bawah pohon. Pada saatnya ketika dia menangis dan teriak-teriak
di bawah pohon bantulan cahaya dari
kaca. terlihat cermin yang ukuranya 25x25 putri yang tadinya menangis sejenak
dia terdiam melihat cermin itu. Terlihat wajah putri yang kebingungan akan
kemilikan cermin itu
Di bawah pohon putri membayakan
kejadian yang tadi itu hanyalah sebuh mimpi. Putri pun kebawa masuk di dunia
cermin. Putri berdiri di sudut sekolah suasana, pakaian, dan lokasi dia berdiri
itu percis mirip apa yang tadi dia alami di dunia nyata, di wajah putri
tertampak wajah yang bingung dengan apa yang dia alami saat ini Putri pun mengintiip pasanganya itu sedang berduan dengan
sahabatnya, kali ini mereka buka sedang
berjalan berdua tapi mereka sedang membicarakan tentang putri. Putri yang
mendengarkan pembicaranan mereka putri langsung tersenyum bahagia, wajah yang
tadinya heran dengan dunia cermin wajah putri pun langsung berubah dan putri
menghampiri mereka yang sedang asik berbicara.
“hai, kalian berdua asik sekali
yang kalian omongkan. Kalian sedang membicarakan siapa si? Pasti kalian sedang
membicarakan aku ya? ”
“ajeng, aku sedang
membicarakan....”
Saat ajeng ingin bilang, ali langsung memotong pembicarannya
ajeng
“ih, kamu
kepo deh”
“hmmm.. ih
kamu apa si, yasudah kalau kalian kaya gitu” wajah putri pun ` menjadi
cemberut
“yah, putri marah kan sama kita
ali, kita sedang membicarakan tentang
kamu put.katanya ali dia ingin ngajak kamu kesuatu tempat, tapi aku nggak mau
ngasih tau ah, tempatnya itu apa” ajeng
tertawa
“ah, ajeng gimana si malah ngasih
tau ke putri kan nggak jadi kejutan lagi jeng” wajah ali denga cemeberut
“ahh, kamu romantis banget si ali”
wajah putri berubah menjadi tersenyum dan wajahnya menjadi merah.
Ajeng pun pergi meninggalkan mereka
berdua. Dan mereka berdua berdua pun pergi ke kantin. Di perjalanan putri berbicara di dalam hati
dengan wajah yang sangat bahagia putri senyum-senyum sendiri.
“kalau dunia cermin ini adalah
kebahagian yang aku ingin kan, aku sangat beruntung bisa menjadi memiliki
cermin ini”
Sampai keberadaanya ali disamping pun tak didengarkan oleh putri.
Sampai juga
mereka di kantin, saat mereka sedang menungu makanan yang sedang di pesan itu
jadi. Di meja yang berbeda terdapat seorang peria yang gendut, lucu, dan peria
itu di kelilingi oleh siswa-siswi. Ternyata peria itu adalah peria yang tak
pernah putri sadar akan adanya peria itu. Peria itu terlihat seperti sedang melakukan
stand up comedi dan pendengarnya itu mayoritas adalah seorang siswi-siswi
putri. Seringkali siswi-siswi putri memanggil namanya “naufal” “naufal”
“naufal”.
Putri tersenyum-senyum
sambil melirik ke arah peria itu. Sedangkan si ali pun merasa aneh dengan apa
yang dilakukan oleh putri.
“put, kamu
kenapa senyum-senyum sendirian? Apa si yang kamu lihat”
“tuh, lihat
deh ke arah meja yang banyak orang itu, ada orang peria yang sedang stand up
gitu”
“oh, dia itu
naufal put, dia senior kita dia anak 12 ips 1”
“oh, dia
senior toh”
Saat putri makan, mata putri pun tetep kearah naufal. ali pun
tak sadar, ali asik dengan makanannya itu.
Putri
kembali ke dunia nyata, fajar pun sudah tenggelam. Putri kembali kerumah. Hari
semangkin gelap, di langit yang gelap penuh dengan bintang-bintang yang indah. Saat
putri ingein tidur putri berbicara kepada cermin itu.
“dunia yang
tak pernah aku bayangkan dan dunia yang mungkin bisa dibilang adalah dunia
nggak masuk aka, tapi aku merasakan dunia cermin ini. Kira-kira besok apa yang
akan aku alami lagi?”
Putri pun langsung menarik selimut, mematikan
lampu tidurnya dan putri langsung tertidur dengan lelap.
Fajar pun terbit, terdengar suara ayam menadakan pagi telah
datang. di meja samping lampu tidur terdapt jam alarm dan jam itu pun berbunyi.
Waktunya putri berangkat ke sekolah. Putri tidak sempat sarapan pagi, putri
langsung berangkat ke sekolah dengan wajah yang gembira. Ketika sampai di
sekoalah bel pun berbunyi. Putri kuatir kalau dia sudah telat, putri tidak
berani datang ke kelasnya. Sejenak putri diam dan berpikir sebaiknya dia kemana
akhirnya putri tidak datang ke ruang
kelasnya tetapi putri sudut belakang
sekolah putri meluarkan cermin itu.
Sebenarnya sarat masuk dunia cermin itu adalah
di dunia nyata kita harus membayakan kejadiaan yang tolak belakan di dalam
dunia nyata supaya kita bisa mudah masuk
ke dunia cermin itu. Putri membayakan di depan cermin itu Sebuh kejadian yang
membuat putri bisa dekat dengan naufal.
Putri duduk
di kantin sedirian. Mata putri terpanah meliahat gerumbulan siswa-siswi yang
ramai dengan aksinya naufal. putri pun hanya bisa senyum sambil matanya melihat
ke arah stand up comedi naufal. putri tetap berada di meja itu sampai
gerumbulan orang bubar. Suara langkah kaki terdengar dari meja putri, saat
kepala putri menegakan ke arah depan
ternyata langkah kaki itu adalah langkah kaki naufa.
“hai, dari tadi aku perhatin kamu
di meja ini dan dari tadi aku perhatian kamu tuh kayanya memperhatikan aku yang
lagi stand up dari jauh. Kenapa tadi nggak ikut gabung sama anak-anak pas tadi
aku stand up?”,
“oh, maaf
tadi aku kagum aja sama kamu, ternyata kamu itu aslinya pinter stand up, nggak mudah loh, orang bisa stand up gitu. Harus pinter kata-kata.”
“ahh. Bisa saja kamu memujinya. makasih
ya atas pujiannya. Omong-omong nama kamu siapa? Dari tadi kita obrol tapi belom
aku belom tau nama kamu siapa” naufal dengan senyum dan tertawa
“hahaha,
nama aku putri, nama kamu naufal kan?”
“lah, ko
kamu tau nama aku naufal. tau dari mana kamu nama ku naufal?” naufal dengan wajah yang bingung
“hahaha. Siapa si yang gak tau
kamu, kamu kan salah satu senior yang cukup
terkenal. Kamu kan kelas 12 ips 1”
mereka berdua asik dengan
sendirinya. Yang jelas putri sangat bahagia dan nyaman berbicara dengan naufal.
putri berpikir kenapa didunia cermin
saja dia bisa dekat dengan naufal? sedangkan di dunia nyata putri itu nggak
bisa dekat seperti ini. Yah,mungkin putri tidak bisa dekat karna faktor putri
sendiri. Putri di sekolahannya, dia hanya bermain dengan teman-teman yang dia
kenal dan dia hanya bermain dengan pasangan prianya saja. Putri pun kembali
lagi di dunia nyata.
Keesokan paginya. Putri seperti
biasa berangkat kesekolahan, setiba putri berada di pintu gerbang. Putri
melihat ali mehampiri putri. Sepertinya ada yang ingin ali ucapkan kepada
putri. Di pikiran putri sekarang hanyalah naufal, mungkin di hatinya putri
sekarang sudah tak ada lagi ali dan apa bila ali mengatakan sejujurnya tentang
perselingkuhan dia dengan sahabatnya itu mungkin putri sudah tak acuh dan tak
perduli apa yang mereka berdua lakukan kepada putri. Ali menghampiri putri,
tapi anehnya ali pun masih menutupi kejadian itu. Putri pun hanya bisa menutupi
kejadiaan apa yang dilakukan oleh ali dan sahabatnya itu.
Ali mengajak bareng putri kekelas.
Saat ali berbicara kepada putri, putri pun hanya menjawab omongan ali dengan
kata-kata seperti teman saja sudah nggak ada lagi panggilan kesayangan mereka
berdua. Obat apa yang naufal kasih ke
pada putri sampai bisa bikin putri
berubah menjadi seorang cewek yang tidak sedih dan cuek akan ke jadian pahit
yang pernah putri alami dulu. Ali langsung berbicara kepada putri tentang
bebedanya dia yang sekarang dan sebaliknya putri juga berkata kepada ali
tentang berubahan ali dengan putri.
Putri terus terang dengan ali. Apa yang pernah dia lihat dulu. Ali
berjalan berdua dengan ajeng. Berjalannya mereka itu tidak seperti temen tepi
seperti berjalan dengan pasangannya. Ali pun tetap tidak mau jujur. Malah ali
menuduh putri sudah memiliki pria lainn. Putri menangkapinya dengan santai tanpa
harus emosi dengan ali. Sebenarnya juga putri sudah menaru rasa suka dan kagum
terhadap naufal. karena naufal lah yang membuat putri menjadi tak sedih dan
bisa melupakan kejadian ali dengean ajeng. Di dunia nyata putri itu tak pernah menyadari
akan ke adannya naufal di sekolahan itu.
Saat bel berbunyi biasanya putri
selalu bareng dengan ajeng dan ali, tapi sekarang putri sudah kekantin dengan
sendirian tanpa di temani oleh mereka berdua. Putri mengikuti jejak didunia
cermin itu. Putri mencari naufal di kantin dan ternyata apa yang dulu pernah
terjadi di dunia cermin itu adalah petunjuk putri untuk bisa dekat dengan
naufal. dan kejadian di dunia cermin itu kejadian lagi, tapi bukan di dunia
cermin tapi kejadian di dunia nyata. Kejadian di dunia cermin itu terulang
kembali di dunia nyata, saat putri dan naufal berbicara terlihat lah ali
berdiri melihat putri yang asik berbicara kepada naufal.
Ali pun mendekati merekaberdua.
Dengan wajah emosi ali menojok naufal.putri mencoba memisahkan ali dan naufal
dengan cara putri langsung menapar wajah ali. putri yang
tadinya putri yang tadinya hanya cewek yang bisanya hanya nangis berubah jadi
cewek yang bisa menjadi macan. Putri langsung menarik tangan ali dan menapar
wajah ali dan ali pun tidak terima dengan tamparan putri. Ali pun ingen
menanpar putri tapi tidak jadi menapar putri karna melihat wajah putri.
“kenapa kamu nggak jadi menapar
wajah aku?” dengan suara putri yang lantang dan perlahan air mata putri keluar
“aku... aku” mendadak ali menjadi
gagap
“aku udah tau semua tentang kamu
dengan ajeng, tapi kamu nggak mau jujur sama aku. Asal kamu tau. Aku dekat
dengan naufal itu ngerasakan hal yang beda yang nggak pernah aku dapati dengan
kamu.”
Sejenaka ali terdiam dan memikirkan omongan putri. Ali pun
menyadari kesalahan dia dengan ajeng. Ali berusaha minta maaf dengan putri apa
yang dia perbuat dan putri memafkan ali dan ajeng. Yah walaupun ajeng belom
minta maaf dengan putri. orang yang baik itu mau memafkan musuhnya tanmpa
musunya sendiri minta maaf terlebih dahulu. Ali pun mengiklaskan putri dekat
dengan naufal asalkan putri itu bahagia.
Keesokan
paginya ali menghampiri naufal. dia
berbicara kepada naufal tentang perasannya putri terhadap naufal. dan ternyata
naufal juga memiliki rasa yang sama terhadap putri. Sebenarnya naufal itu sudah
memiliki rasa yang sama terhadap putri itu sudah lama. Tapi putri itu nggak
pernah mengagap naufal ada. Ali memiliki ide untuk membantu naufal
mengatakan cinta kepada putri. Ali pun
menaru surat ke meja putri yang isinya
putri suruh ke kantin sama naufal.
“tumben
naufal kirim surat kaleng gini” putri membaca
surat itu langsung senyum senyum
sendirian
Putri pun langsung berjalan ke arah kantin dengan wajah yang
berseri. Saat berjalan menuju kantin putri pun bingung dan merasakan keganjekan di sekolahan yang
besar ini nggak ada satu pun siswa-siswi yang berada di sekolah.
Saat tiba di kantin hanya ada seorang peria yang gendut yang
berdiri. Putri menhampiri pria itu. Peria itu membalikan badanya, peria itu
langsung mengungkapkan perasannya dengan tulus. Seseorang cewek yang tadinya
senyum-senyum sendiri seketika meluarkan air mata. Air mata ini bukan lah air
mata kesedihan tetapi air mata ke bahagian. Di depan matanya terdapat seorang
malaikat yang bisa bikin putri berubah menjadi putri yang baru. Tanpa ragu lagi
putri pun meng iya kan jawaban si naufal.
dan mereka khirnya bisa jadian.
Dari dunia cermin itu putri bisa membuka matanya. Bahwa
sejujurnya di luar sana ada yang benar-benar tulus mencintai dan membuat
putri berubah menjadi putri yang baru,
putri yang ceria. Cinta itu tak harus dilihat dengan fisik. Cinta itu datang
secara tiba-tiba tanpa kita sadari itu.
Komentar
Posting Komentar