Serba Serbi Kehidupan


Serba Serbi Kehidupan

1.  Genre
Jenis program yang penulis angkat adalah program informasi, yang berisikan program informasi soft news, alasannya karena kurangnya tayangan Features seputar infomasi yang diangkat secara menarik namun tetap dekat  dengan pemirsa di rumah.
2  Spesifikasi Program
1)        Katagori Program         : Informasi
2)        Media                           : Televisi (Audio Visual)
3)        Format Program           : Features Intepretatif
4)        Judul Program              : “Serba – Serbi Kehidupan”
5)        Durasi Program            : 22 Menit
6)        Host                             : Annisa Tri Meilani
7)        Target Audiens            :
ü  Jenis Kelamin : *Pria *Wanita
ü  Usia                  : 15 – 50 Tahun
ü  SES                  : A - C
8)        Karakter Produksi        : Taping (Single Camera)
9)        Jam Tayang                  : Sabtu – Minggu, 16.00 – 16.30 WIB
Alasan         : karena pada jam tersebut banyak orang yang sedang bersantai dirumah ketika pulang kerja atau sekolah dan akan lebih baik jika menerima informasi yang tidak terlalu berat namun bermanfaat / mengedukasi dan menghibur seperti program features ini.
3  Sinopsis
 Mempergunakan lakon iba demi pundi-pundi rupiah yang dilakukan gelandang dan pengemis di kota-kota besar khususnya di kota Depok, termaksud ibu kota. Host opening stand up di jalanan kota Depok membahas segment 1  mengenai informasi macam-macam PMKS dan trik pengemis demi mendapatkan pundi-pundi rupiah yang di sampaikan oleh host ke audiens. Di segment selanjutnya memberikan edukasi kenapa sebagian orang memilih profesi sebagai pengemis dengan wawancara pendapat para ahli psikolog, dinsos dll. Di segment akhir ada solusi dari pemerintah mengenai PMKS  yang sudah berjalan  oleh pemerintah.

3.1 Treatment
SEGMENT 1 (Informasi)
§  TUNE ID
§  HOST
§  VT Establis (fasilitas umum)
§  VT Wawancara Masyarakat
§  VT Wawancara Pak Andi (dinsos)
§  VT Establis kota depok (alasan mengeapa pengemis mengemis)
§  VT Wawancara pengemis di panti sosisal
§  VT Wawancara satpol PP
§  VT pengemis, pengamen, gelandangan
§  VT Wawancara masyarakat
§  Host Closing
§  Bumper Out

SEGMENT 2 (Edukasi)
§  Bumper In
§  Host
§  VT Establis (masalah pengemis)
§  VT wawancara
§  VT Wawancara piskolog
§  VT Establis (fenomena pengemis yang tak kunjung selesai)
§  VT Wawancara Andi (Institut Musik Jalanan)
§  VT Wawancara psikolog
§  VT Grafis UUD 1945  pasal 34 (mengenai pengemis)
§  VT Wawancara kota depok
§  Host Closing
§  Bumper out

SEGMENT  3 (solusi / hiburan)
§  Bumper In
§  Host
§  Grafis PMKS kota Depok
§  Wawancara satpol pp
§  Wawancara pak Daniel (selaku pengurus panti sosial bina insani 2)
§  Wawancara pak ade (dinsos Depok)
§  Salah satu progam di depok IMJ
§  Wawancara Andi IMJ
§  Closing Host
§  Bumper Out








3.2          SCRIPT PROGRAM  “Serba – Serbi Kehidupan”

SEGMENT 1
Produser                    : Puji Hastuti
Script writer               : Linda Putri Yani
DOP                          : Annisa Tri Mailani
NO
VIDEO
AUDIO
DURASI
01
TUNE ID

15’’
02
HOST
                 HOST
Selamat siang permisa jumpa lagi bersama saya Annisa Tri meilani dalam program acara serba serbi khidupan. Selama 30 menit ke depan saya akan membahas permasalah-masalah yang terjadi khususnya di kota depok berikut tim serba serbi kehidupan sajikan untuk anda

18’’
03
VT Estabish kota Depok
       VO

Iming-iming hidup makmur di kota besar, khususnya kota Depok seolah-olah telah menghipnotis para pendatang yang termakan rayuan. Alih-alih ingin bekerja terpandang, malah jadi putar haluan terlantar di kota Depok karena tidak adanya kemampuan yang mempuni. Akibatnya banyak para pendatang yang menggembel, hidup di fasiitas umum seperti halte, taman kota, bahkan di kolong jembatan seperti tak ada aturan.
48’
04
VT Wawancara Masyarakat
                                - REPORTER
-Masih sering melihat pengemis nggak di kota Depok?
MASYARAKAT
-ADLIB


REPORTER
Mengganggu nggak dengan keberadan pengemis di kota Depok?

MASYARAKAT
-ADLIB


60’’
05
VT Wawancara Dinsos Kota depok
REPORTER
Gimana bisa ada pengemis di kota Depok?
46’’
06
VT Asabish kota Depok alasan pengemis mengemis
VO

Banyak alasan yang berdasarkan seseorang atau sekelompok orang untuk menjadi pengemis.
1.       Karena secara lahir dia cacat dan tak mampu bekerja, tak ada yang menanggung kehidupannya. Mereka memperlihatkan kecacatanya untuk belas kasihan orang lain.
2.       Karena tidak mampu biaya sekolah.
3.       Karna terpaksa. Ntah terpaksa oleh keadaan atau di kordiner oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
32’’
07
Wawancara pengemis di panti sosisal
REPORTER
Kenapa ibu memilih pekerjaan sebagai pengemis?


PENGEMIS

Adlib


42’’
08
VT macam-macam PMKS
                  VO

Jumlah PMKS di kota besar khususnya kota Depokpun kian meningkat. Akhirnya dengan nekat mereka menjelma sebagai PMKS yang diantaranya pengamen yang biasanya bermodal gitar kecil atau sekotak kayu yang dijadikan alat petik.  Pengasong yang sering terlihat bahkan ditengah jalan ataupun jalan tol yang menjajakan beberapa makanan atau minuman ringan yang biasa kita sebut cangcimen. PSK yang rela bertahan hidup dengan menjajakan tubuhnya kepada sang klien yang sering beroperasi dimalam, bahkan dini hari. yang paling fenomenal adalah peminta-minta atau yang akrab kita panggil dengan sebutan pengemis. walau kerap dirazia, para pengemis pantang jera. 
53’’
09
VT Wawancara satpol PP
REPORTER

Apa kah ada UU perda kota  tentang pengemis?
34’’
10
VT kota Depok pengemis, pengamen, gelandangan
VO

Kejamnya ibu kota membuat sebagian besar masyarakat yang berurbanisasi ini pupus harapan, akhirnya menjadi gelandangan dan pengemis. Tak mempunyai bekal ilmu yang memadai membuat mereka tak habis akal untuk mencari sesuap nasi. Untuk mendulang iba, berbagai cara dilakukan oleh peminta-minta. Tak hanya meminta-minta, seringkali mereka menggunakan taktik yang tak lain adalah modus sandiwara untuk aksinya agar dapat menarik simpati lebih banyak. Misalnya dengan menawarkan voucher diskon suatu produk atau mengataskan satu yayasan kepada masyarakat. Seakan sedang mengandung mengingkat bantal kedalam perutnya, biasanya lengkap dengan costume ibu hamil pada umumnya. Tangan dan kaki di balut dengan perban seakan menderita cacat. Biasanya selain dengan obat merah, trasi pun ampuh mengecoh sang pemberi karena aroma yang menyengat. Hingga tinggal di gerobak mulai dari ibu sampai makan pun di gerobak lengkap dengan baju lesu, semua di lakukan bukan lain hanya untuk mencari simpati. Anak-anak pun sering di karyakanya, karena mudah mereka menarik belas kasihan dari sang pemberi.
1’15’’
11
Wawancara masyarakat
REPORTER
Pendapat anda tentang keberadaan pengemis?

MASYARAKAT
Adlib

51’’
12
Bumper Out

5’’





SEGMENT 2
Produser                            : Puji Hastuti
Script writer                      : Linda Putri Yani
DOP                                  : Annisa Tri Mailani
NO
VIDEO
AUDIO
DURASI
01
Bumper In

6’’
02
Host
HOST
Jumlah penduduk berkebutuhan hidup yang semakin meningkat, sumber penghasilan dan sumber daya manusia yang tidak bisa mengimbangi peningkatanya. Menyebabkan munculnya permasalahan  social yang begitu kompleks. Fenoemena pengemis merupakan  salah satu upaya yang di pilih untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah hal ini pun secara tidak langsung membuat gerah masyarakat dan pemerintah. Bagaimana tangapan mereka. Ini lah liputan wawancara tim serba-serbi kehidupan.
26’’
03
VT Estabish kota Depok  (masalah pengemis)
VO

Masalah pengemis adalah masalah yang pelik. Ia tidak bias di lihat dari hanya dari satu sudut pandang saja, masalah pengemis, pengamen dan lain-lain. Merupakan masalah dari berbagai aspek seperti politik, social, dan ekonomi. Tergantung dari kacamata mana kita memandangnya.
33’’
04
VT Wawancara pengurus kampung lio/ LSM keluran Depok
REPORTER
-Apakah penduduk yang ada disini asli dari kota Depok?
-bagaimana pendapat anda tentang pengemis yang berada di kota Depok?

PENGURUS KAMPNG LIO
Adlib
40’’
05
VT Wawancara psikolog
REPORTER

Fakor apa yang membuat mereka mengemis?

MASYARAKAT
adlib
1’45’’
06
VT Estabish kota Depok  (fenomena pengemis yang tak kunjung selesai)
VO

Mengatasi fenomena tersebut. Pemerintah daerah menetapkan peraturan baru tentang penertipan umum. Salah satunya ketertipan yang diatur adalah mengenai larangan kepada masyarakat untuk membeli sesuatu dari pedagang asongan atau memberi sejumlah uang kepada para pengemis atau pengamen. Pemda tidak bermain-main pada aturan, sangsi pidana bagi masyarakat yang melanggar. Peraturan yang pertujuan untuk mengujutkan suasana perkotaan yang konduktif, aman, nyaman dan tertib. Cukup menimbulkan banyak kontrofersi Menghukum pelanggar aturan ini sama dengan artinya melarang masyarakat untuk bersedekah.
51’’
07
VT Wawancara Andi (Institut Musik Jalanan)
REPORTER
Apa perbedaanya pengamen dan pengemis?
27’’
08
VT Wawancara psikolog
REPORTER

Apa solusinya untuk masyarakat dan pemerintah?
PISKOLOG
Adlib
44’’
09











UUD 1945 mengenai pengemis
VO

UUD 1945 yang menyebutkan. Ada aturan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar di pelihara oleh Negara. Dalam pasal lainnya tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan kehidupan yang layak bagi kemanusian adalah tugas pemerintah untuk memikirkan program pembangunan   komportif kepada pengemis
16’’
10
VT Wawancara pak Deny (kota Depok)
REPORTER
Ada nggak bantuan dari dinas social kota Depok untuk PMKS?

DINSOS
adlib
25’’
11
Bumper out

5’’


















SEGMENT 3
Produser                    : Puji Hastuti
Script writer               : Linda Putri Yani
DOP                          : Annisa Tri Mailani
NO
VIDEO
AUDIO
DURASI
01
Bumper In
SFX
6’’
02
Host
HOST
Agar masyarakat di setiap wilayah memiliki kesempatan pekerjaan yang baik, maka program pendidikan dibutuhkan untuk membimbing, khususnya bagi generasi muda. Inilah salah satu program yang sudah di jalankan oleh dinas social kota  Depok. Apa sajakan program tersebut inilah liputanya

17’’
03
Data jumlah PMKS di kota Depok
VO

Berdasarkan data yang ada di dinas social. Jumlah pengemis di depok ada mencapai 100 orang, gelandang 50 orang, anak-anak jalanan 500 orang, pekerja seks 216 orang. Dinas tenaga kerja social Depok. Telah melakukan rapat kordinasi untuk membentuk tim gabungan dengan satuan Polisi Pamong Praja menjangkau, pengemis, gelandangan, dan badut serupa. Mereka yang terjaring akan menjalani rehabilitas social.
40’’
04
VT Wawancara satpol pp
REPORTER
kerja sama apa yang sudah di lakukan oleh pemerintah kota Depok?

Satpol PP
Adlib
25’’
05
VT Wawancara dinas social harapan
REPORTER
Golongan apa saja yang ada disini?
Fasilitas apa saja yang ada disini?

Pengeurus dinssos
53’’
06
VT Wawancara pak Daniel (selaku pengurus panti sosial bina insani)
REPORTER
Gimana prosedur yang berada di yayasan ini?



PAK DANIEL
adlib

32’’
06
VT Wawancara pak Ade (dinsos Depok)
REPORTER

Program apa saja yang sudah di lakukan di dinsos kota Depok?

46’’
07
VT Salah satu pogam di Depok IMJ
VO

Selain pemerintah Depok bekerja sama dengan Institut Musik Jalanan untuk memperbudayakan para pengamen. Nantinya para pengamen di beri latihan dan binaan untuk memperdalam seni musik dan dapat kartu bebas pengamen. Tapi pengemen yang mendapat kartu bebas ini tetap tidak boleh mengamen di jalan. Nantinya pengamen tersebut di salurkan di caffe-caffe untuk menghibur lewat  lagu yang di nyanyikan.
37’’
08
VT Wawancara Andi IMJ
REPORTER

Karya apa yang sudah ada di IMJ?

46’’
09
Closing Host
HOST

Semoga tayangan ini bisa bermanfaat dan kita bisa berpikir 2 kali untuk memberi uang kecil kita kepada pengemis. bukan tidak hanya pengemis, bahkan pemberinya juga diberi ganjaran  hukuman kurangan penjara dan denda yang tidak main-main. Apakah kita masih mau mengasih uang ke pengemis dan pasrah kepada fenomena pengemis yang masih menjamur. Terimakasih telah menyaksikan Serba Serbi Kehidupan. Saya Annisa Tri Meilani pamit undur diri dan jangan lupa saksikan episode-episode selanjutnya.
36’’
10
Bumper Out
SFX
15’'








3.5  Rundown On Air

SEGMENT 1
Produser                             : Puji Hastuti
Script writer                      : Linda Putri Yani
DOP                                  : Annisa Tri Mailani
Format Acara                     : Features
Durasi                                 : 8 Menit
NO
VISUAL
AUDIO
DURASI
REMARK
TIME CODE
01
TUNE ID
VT
15’’

00.00.10-00.00.25
02
HOST
LIVE HOST
18’’
HOST
(Annisa Tri meilani)
00.00.26 – 00.00.44
03
VT Estabish kota depok
VT
48’

00.00.45- 00.01.28
04
VT Wawancara Masyarakat
VT
1’1’’
masyarakat
00.01.29 – 00.02.10
05
VT Wawancara Dinsos Kota depok
VT
46’’
dinsos
00.02.11 – 00.02.57
06
VT Estabish kota Depok alasan pengemis mengemis
VT
32’’

00.02.58 – 00.03.30
07
VT Wawancara pengemis di panti sosial
VT
42’’
Pengemis
00.03.31 – 00.04.13
08
VT macam-macam PMKS
VT
53’’

00.04.14-00.05.07
09
VT Wawancara satpol PP
VT
34’’

00.05.08 – 00.05.42
10
VT kota Depok pengemis, pengamen, gelandangan
VT
1’15’’

00.05.43 – 00.06.58
11
VT Wawancara masyarakat
VT
51’’
masyarakat
00.06.59- 00.07.50
12
Bumper Out
VT
5’’

00.07.50 -00.08.00












SEGMENT 2
Produser                                   : Puji Hastuti
Script writer                             : Linda Putri Yani
DOP                                         : Annisa Tri Mailani
Format Acara                           : Features
Durasi                                      : 7 Menit 5 Detik
NO
VISUAL
AUDIO
DURASI
REMARK
TIME CODE
01
Bumper In
VT
06’’

00.08.00-00.08.06
02
Host
LIVE HOST
26’’
HOST
(Annisa Tri meilani)
00.08.07 – 00.08.33
03
VT Estabish kota Depok  (masalah pengemis)
VT
33’’

00.08.34- 00.09.10
04
VT Wawancara pengurus kampung lio/ LSM keluran Depok
VT
40’’
masyarakat
00.09.11 – 00.09.50
05
VT Wawancara psikolog
VT
1’45’’
dinsos
00.09.51 – 00.11.33
06
VT Estabish kota Depok  (fenomena pengemis yang tak kunjung selesai)
VT
51’’

00.11.34 – 00.12.22
07
VT Wawancara Andi (Institut Musik Jalanan)
VT
27’’
Pengemis
00.12.23 – 00.12.50
08
VT Wawancara psikolog
VT
44’’

0012.51-00.13.35
09
UUD 1945 mengenai pengemis
VT
16’’

00.13.36 – 00.14.02
10
VT Wawancara pak Deny (kota Depok)
VT
25’’

00.14.03 – 00.15.30
11
Bumper out
VT
5’’
masyarakat
00.06.59- 00.07.50









SEGMENT 3
Produser                       : Puji Hastuti
Script writer                 : Linda Putri Yani
DOP                             : Annisa Tri Mailani
Format Acara               : Features
Durasi                          : 6 Menit 10 Detik

NO
VISUAL
AUDIO
DURASI
REMARK
TIME CODE
01
Bumper In
VT
6’’

00.15.40-00.15.46
02
Host
LIVE HOST
17’’
HOST
(Annisa Tri meilani)
00.15.47 – 00.16.04
03
Data jumlah PMKS di kota Depok
VT
40’’

00.16.10- 00.16.50
04
VT Wawancara satpol pp
VT
25’’
masyarakat
00.16.51 – 00.17.16
05
VT Wawancara dinas social harapan
VT
53’’
dinsos
00.17.17 – 00.18.10
06
VT Wawancara pak Daniel (selaku pengurus panti sosial bina insani)
VT
32’’

00.18.11 – 00.18.43
07
VT Wawancara pak ade (dinsos Depok)
VT
46’’
Pengemis
00.18.44 – 00.19.30
08
VT Salah satu progam di depok IMJ
VT
37’’

00.19.31-00.19.58
09
VT Wawancara Andi IMJ
VT
46’’

00.19.59 – 00.20.45
10
Closing Host
VT
36’’

00.20.46 – 00.21.21
11
Bumper Out
VT
15’'
masyarakat
00.21.22- 00.22.27

Komentar

Postingan Populer